Nabire, KNPBnews – Demo Rakyat Papua di Nabire yang
dikoordinir KNPB dan PRD diwarnai penangkapan 14 aktivis KNPB. Mereka
dipukul hingga babak belur oleh TNI/ Polri. Padahal, aksi dalam rangka
peringati demokrasi internasional itu hendak dilakukan secara damai dan
bermartabat.
Menurut pantauan, aksi damai yang dimulai di tiga titik kumpul
dikuasai oleh Polisi dan Tentara Indonesia sejak pagi buta. Massa yagen
menuju ke titik kumpul tiba-tiba ditangkap tanpa kompromi oleh anggota
Polres Nabire.
Sebanyak 14 orang diantaranya dipukul, yakni Otto Kudiai, Yafet
Keiya, Anipa Pigai, Agustina, dan Yulianus Nawipa mengalami pukulan
yang berat, mengakibatkan bibirnya robek, dahi dan mata bengkak besar.
Koordinator dari arah Siriwini, Deserius Goo dan Yafet Keiya yang
mengkoordinir massa dari Pasar Karang ikut ditangkap. Semua perlengkapan
aksi diambil alih Polisi.
Mereka akhirnya dikeluarkan dari Polres Nabire atas desakan Ketua Parlemen Wilayah Meepago, Habel Nawipa.
Habel menyatakan bahwa wilaya Meepago mendukung Komitmen Powes
Parkop, gubernur Port Moresby atas Kompanye Sorong to Samarai. Habel
juga menyatakan bahwa walau diblokade polisi, namun semua rakyat tahu
dan terus berdoa agar West Papua jadi anggota MSG, juga berterima kasih
atas upaya Perdana Menteri Vanuatu yang akan angkat soal Papua di PBB.
Sumber : http://knpbnews.com

0 komentar:
Posting Komentar
silakan komentari