Opini

PENJAJAH TETAP PENJAJAH, KLONIAL TETAP KLONIAL BOIKOT PILPRES NKRI DI PAPUA.

Tuntutan Rakyat Papua Barat
Negara penjajah tidak akan pernah memikirkan nasib bangsa lain sedang di jajah , penjajah akan tetap berfikir bagiman bisa  menguasi semua sumberdaya alam yang ada di wilayah yang sedang dijajah tersebut. Sama halnya penjahan  NKRI di Papua Barat selama 52 Tahun merampas hak-hak kami 

Kita  tidak boleh bermimpi dan mengharapkan kepada negara penjajah klonial NKRI untuk memberikan kemerdekan, memberikan harapan nasib masa depan bangsa Papua Barat, penjajah tidak akan  pernah memberikan kehidupan yang layak  dan tidak akan pernah menghargai kami orang Papua sebagai manusia yang bermartabat .

Yang dia pikirkan bagimana orang Papua harus punah diatas tanah Papua supaya pulau papua ini mereka kuasi  sesuai dengan Pernyataan Ali Murtopo pada mencaplok wilayah Papua barat Sesui dengan Trikomando ( TRIKORA) .
Oleh karena kepada rakyat Papua jangan berharap banyak kepada negara yang klonial NKRI akan memberikan suatu kemerdekan dan mentukan nasib bangsa Papua Barat.

Selama 52 tahun NKRi berkuasa di wilayah tritorial kami dan menguasai semua sumberdaya alam kami namun apa yang kita dapatkan ? kami hanya menjadi penonton menjadi minioritas miskin dan tetap melarat, mama kami tetap jualan di pinggir jalan, semua tokoh-tokoh dan mol-mol besar di papua milik masyarakat pendatang,

sumberdaya alam kita di kuasi oleh negara dan hasilnya dibawa keluar, Hak hidup hak politik hak ekonomi hak berexpresi terus dibatasi, kami menjadi budak mereka, apakah kami ini bangsa budak yang harus tunduk dan diam ?
Kita adalah suatu  bangsa yang beradap bangsa yang beradap dan bangsa bermoral serta memilikit harkat dan martabat sama seperti bangsa lain.

oleh karena itu kepada seluruh bangsa Papua Barat sorong sampai Merauke untuk tidak tunduk dan diam menjadi budak negara klonial NKRI dan terus melarat dan miskin diatas tanah kami sendiri, tetapi bangkit dan terus melakukan perlawanan terhadap semua politik kotor NKRI diatas tanah ini dan harus menolak semua kebiyakan NKRI yang menghancurkan nilai-nilai Hirarki Bangsa Papua Barat termasuk Pemilihan presiden NKRI pada tanggal 09 Juli 2014 mendatang.
karena pemilihan presiden mendang adalah ancaman kepunahan manusia melanesia di Papua Barat.

Terlibat dalam semua kebijakan politik kotor NKRI di Papua Barat berarti secara tidak langsung kita ikut memperpanjang sejarah penindasan dan penjajahan di Papua Barat.
Jangan heran jika pada tahun 2020 mendatang papua akan kehilangan tanah dan kekayaan alam serta kita menjadi orang pendatang  di tanah kami sendiri.

Maka Rakyat Papua Barat diharapkan untuk tidak ikut terlibat dalam pemilihan presiden klonial di papua barat sorong sampai merauke, untuk menggunakan Hak untuk tidak ikut terlibat dalam pencoblosan di tiap TPS, sebab rakyat Papua Barat akan menentukan Nasib Bangsa Papua Barat melalui demokrasi yang benar dan bermartabat yaitu Referendum yang akan di fasilitasi oleh PBB. karena keberadaan klonial NKRI di Papua Barat cacat hukum dan Moral sebab Pepera 1969 tidak dilaksanakan secara adil bermartabat. Boikot Pilpres NKRI di Papua  barat dan solusi Referendum di Papua.

Ones Suhuniap 
Sekum KNPB Pusat

About Nesta S. Gimbal

DIBALIK SERUAN PAHLAWAN

AKTIVIS PAPUA


Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi Cendrawasih
Mendung,
Pertandakah hujan darah deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia,Anda,sy dan kt semua
Serbu....merebut  kemerdekan mati,atau hidup soal biasa

Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan benderamu dgn kata LAWAN menyatu
Kau teruskan mengajak Rakyat “KITA HARUS MENGAKHIRI”
Kau teriakan semangat juang demi negerimu West Papua
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk mama Papua SALAM FREEDOM

 “Jika kami mati, jangan cari kubur kami di bumi, tetapi carilah di dalam hati para Pecinta.”

            Vietnam Numbay,12 April 2013

0 komentar:

Posting Komentar

silakan komentari

Diberdayakan oleh Blogger.