PNWP & KNPB

Hi KNPB Teruslah Bersuara

Perlawanan KNPB untuk membebaskan Rakay West Papua
Ditengah kondisi perjuangan yang makin menguat, massa tani telah berani mengekspresikan kekuatannya berhadapan dengan aparat negara-para kaki tangan imperialis itu, aku menolak meladeni segala desas-desusmu yang masih terus membahana namun tak menemukan dinding-dinding pemantulan suara sehingga dengan cepat ia hilang.

Materialisme telah menuntunku untuk memilah mana yang mesti kutanggapi dan mana yang mesti kubiarkan, pengalaman perjuangan telah membekaliku dengan kesabaran dan ketabahan saat dihantam badai....

aku masih berdiri digaris massa rakyat, bahu-membahu melawan segala upaya perampasan tanah dan hak-hak manusiawi masyarakat papuai, dan yakin sepenuhnya pada kekuatan rakyat sebagai penyokong penyelesaian tugas-tugas revolusi dipundak para proletar.

Sekali lagi aku menolak meladenimu meski dengan terang menderang badai itu kau arahkan padaku dan meski pula kau mengarahkannya tanpa analisa yang objektif, kalian semakin licik, picik dan kerdil.

Kondisi perlawanan rakyat memaksaku untuk memfocuskan segala energiku padanya, kondisi dimana mereka semakin dikebiri dan mereka-pun makin menguat, itulah yang terpenting saat ini untuk ku kerjakan, aku tidak akan membuang waktuku untuk meladeni kalian, meladeni tetek-bengek tidak pentingmu, dan aku sangat tidak tertarik mencurahkan segenap pikiranku untuk membahasnya, kecuali saat ini, saat lowongku dan kubuat catatan pada media ini. 

Hi KNPB teruslah 'hanya' bicara agar dunia tau siapa pengobral dosa, dan saat terbaik itu akan ku gunakan dengan menata puing-puing berserakan menjadi sebuah pondasi yang kokoh.

Kita' hanya sedang berusaha mendekati kebenaran atau justru menjauhinya namun ruang dan waktu akan jadi ajang pembuktiannya..."berhentilah mengutuk kegelapan, mulailah nyalakan api-mu" karena kita akan terus melangkah...!

Salam kebebasan

 

About Nesta S. Gimbal

DIBALIK SERUAN PAHLAWAN

AKTIVIS PAPUA


Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi Cendrawasih
Mendung,
Pertandakah hujan darah deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia,Anda,sy dan kt semua
Serbu....merebut  kemerdekan mati,atau hidup soal biasa

Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan benderamu dgn kata LAWAN menyatu
Kau teruskan mengajak Rakyat “KITA HARUS MENGAKHIRI”
Kau teriakan semangat juang demi negerimu West Papua
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk mama Papua SALAM FREEDOM

 “Jika kami mati, jangan cari kubur kami di bumi, tetapi carilah di dalam hati para Pecinta.”

            Vietnam Numbay,12 April 2013

0 komentar:

Posting Komentar

silakan komentari

Diberdayakan oleh Blogger.