Puisi Papua

Bumi Cenderawasih

Foto Ilustrasi di Paniai Weandoga
Di barat  Pasifik
Kau berdiri gagah, megah
Simpan  ribu-ribu misteri
kau tanahku, negeri  Cenderawasih.

Subur, beri hidup tanpa menabur,
Butir embun saljumu manjakan hutan,
saatnya nanti, hutan manjakan fauna
Dan saatnya pula,
Flora fauna Papua manjakan manusia hitam berhati putih.

Gumpalan emas tiada ternilai kau kandung
dari pusarmu, butiran-butiran minyak dan gas melimpah
Nyanyian burung nan merdu,
Indah, syadu
Menyambut datangnya fajar,
menghantar perginya mentari ke peraduan.


Hembusan angin bisikkan nyanyian bahagianya alam
Dedaunan dari ranting pun menari mengikuti irama angin
Oh, sungguh merdu, nyanyian alam Papua.

Indahnya alamku Papua, Anugerah Sang ILAHI
Karya terindah dalam ciptaan-NYA bagi anak-anak negeri Papua
Mencerminkan keindahan dan kebahagiaan hati sang Pencipta.
***
Akh, itu mimpi.
Itu wajah lama.
Sekarang  tidak secantik  itu . . .
Sekarang tidak seperawan dulu . . .
Semua dirampas , dijarah, diperkosa.

Hanya ini yang kuinginkan,
Ingin kulihat negeriku bebas!
Seperti dulu..
Ya, seperti dulu.

Oleh: Adhen Isodorus Dimi

About Nesta S. Gimbal

DIBALIK SERUAN PAHLAWAN

AKTIVIS PAPUA


Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi Cendrawasih
Mendung,
Pertandakah hujan darah deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia,Anda,sy dan kt semua
Serbu....merebut  kemerdekan mati,atau hidup soal biasa

Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan benderamu dgn kata LAWAN menyatu
Kau teruskan mengajak Rakyat “KITA HARUS MENGAKHIRI”
Kau teriakan semangat juang demi negerimu West Papua
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk mama Papua SALAM FREEDOM

 “Jika kami mati, jangan cari kubur kami di bumi, tetapi carilah di dalam hati para Pecinta.”

            Vietnam Numbay,12 April 2013

0 komentar:

Posting Komentar

silakan komentari

Diberdayakan oleh Blogger.